NASMOCOLOVERS - Lonjakan isu energi global yang dipicu konflik geopolitik mulai terasa hingga ke sektor otomotif.
Di tengah kekhawatiran harga bahan bakar yang bisa naik sewaktu-waktu, pilihan kendaraan hemat energi kini semakin relevan terutama di segmen MPV 7 penumpang yang menjadi favorit keluarga Indonesia.
Menariknya, persaingan kini tidak lagi hanya antar mobil bensin.
Mobil listrik disebut bisa menghemat pengeluaran operasional kendaraan.
Namun model hybrid seperti Toyota Veloz Hybrid, terutama dalam hal efisiensi biaya harian ternyata juga tak kalah irit.
Bahkan Veloz lebih fleksibel karena tak perlu mencari SPKLU yang jumlahnya tak sebanyak SPBU.
Sebagai ilustrasinya Nasmoco Lovers bisa menyimak simulasi pemaikaian harian mobil listrik dan Toyota Veloz Hybrid berikut ini:
Mengutip dari kompas.com, mereka menggunakan MPV listrik dan Veloz Hybrid untuk pemakaian harian sejauh 60 km (PP) selama 30 hari.
MPV listrik asal China mencatat konsumsi energi sekitar 5,7 km per kWh.
Artinya, untuk menempuh 60 km, dibutuhkan sekitar 10,5 kWh listrik.
Dengan asumsi tarif pengisian di SPKLU sebesar Rp 2.500 per kWh, biaya yang harus dikeluarkan hanya sekitar Rp 27.000 per hari.
Dalam sebulan, totalnya menjadi Rp 810.000.
Sementara itu, Toyota Veloz Hybrid dalam pengujian itu memiliki konsumsi bahan bakar sekitar 23,5 km per liter.
Dengan harga Pertamax Rp 12.300 per liter, biaya perjalanan harian mencapai Rp 30.750. Jika dikalkulasikan selama 30 hari, totalnya sekitar Rp 922.500.
Hasilnya? MPV listrik unggul, tapi tipis hanya selisih sekitar Rp 100.000 per bulan.
Lebih dari Sekadar Angka
Namun di sisi lain, Toyota Veloz Hybrid masih unggul dalam hal fleksibilitas.
Pengisian bahan bakar jauh lebih cepat dan mudah, didukung jaringan SPBU yang tersebar luas.
Ini menjadi keunggulan penting, terutama untuk perjalanan luar kota atau daerah yang belum memiliki infrastruktur pengisian listrik memadai.
Ketersediaan infrastruktur menjadi pembeda signifikan. Ekosistem mobil listrik di Indonesia memang terus berkembang, tetapi masih terkonsentrasi di kota-kota besar.
Sebaliknya, kendaraan hybrid seperti Toyota Veloz Hybrid tidak bergantung pada SPKLU.
Pengguna tetap bisa menikmati efisiensi bahan bakar tanpa harus repot menyusun rencana perjalanan, menunggu dengan lama hanya untuk mengisi daya.
Selain itu, jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang untuk mobil hybrid cenderung lebih luas dibandingkan mobil listrik yang teknologinya masih relatif baru di pasar Indonesia.
Fleksibilitas dan kepraktisan pemakaian harian bisa jadi lebih berharga dibanding Rp 100 ribu setiap bulan.
Apalagi Veloz Hybrid bisa dikendarai dengan lebih hemat, karena klaimnya disebut menempuh 28 KM perliter.
Ingin membuktikan? test drive segera dengan mengunjungi diler Nasmoco terdekat atau hubungi Nasmoco Care di 081225290044. (*)



