NASMOCOLOVERS - Efisiensi Toyota Veloz Hybrid bukan hanya klaim semata.
Iritnya BBM sudah dirasakan langsung oleh konsumen yang mengganti mobil lamanya dengan Veloz Hybrid,
Hal itu sudah dirasakan Hariez Nalendra (42), warga Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Pengalamannya menggunakan Veloz Hybrid dibagikan di artikel kompas.com pada 21 Mei 2026.
Ia mengaku cukup terkejut dengan efisiensi bahan bakar mobil barunya setelah digunakan selama sekitar satu bulan.
Hariez bisa menghemat pengeluaran BBM hingga Rp 1,5 juta per bulan dibanding mobil sebelumnya.
Sebelum beralih ke Veloz Hybrid, Hariez menggunakan Toyota Avanza G sebagai kendaraan operasional harian.
Mobil tersebut dipakai untuk aktivitas antar jemput anak sekolah, kebutuhan usaha, hingga perjalanan luar kota.
Namun sejak menggunakan Veloz Hybrid, pengeluaran bahan bakarnya turun drastis.
Menurut Hariez, sebelumnya ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 2 juta per bulan untuk bensin saat memakai Avanza.
Kini, biaya tersebut menyusut hingga hanya sekitar Rp 500 ribuan.
“Saya itu irit Rp 1,5 juta sebulan. Pokoknya pengeluaran saya bensin yang dulu pakai Avanza sekitar Rp 2 juta.
Sekarang saya isi cuma Rp 500.000 sekian,” ujar Hariez dikutip dari Kompas.com.
Selama pemakaian kurang lebih 1.100 kilometer, konsumsi BBM Veloz Hybrid diklaim berada di kisaran 18 hingga 19,5 kilometer per liter berdasarkan indikator MID.
Angka tersebut diperoleh untuk penggunaan dalam kota Jakarta yang identik dengan kondisi lalu lintas padat.
Menariknya, menurut Hariez, kondisi macet justru menjadi salah satu faktor yang membuat mobil semakin hemat.
Sebab pada kecepatan rendah dan stop and go, motor listrik bekerja lebih dominan dibanding mesin bensin.
Selain efisiensi BBM, Hariez juga merasakan peningkatan kenyamanan dibanding mobil lamanya.
Ia menilai kabin Veloz Hybrid jauh lebih kedap sehingga suara dari luar tidak terlalu masuk ke dalam kabin.
Menurut dia, suara mesin terasa lebih senyap terutama saat mobil berjalan menggunakan mode listrik. Bahkan suara hujan dan road noise disebut jauh lebih minim dibanding mobil sebelumnya.
Tak hanya itu, performa mesin hybrid juga menjadi salah satu hal yang membuatnya puas. Hariez menilai respons akselerasi terasa lebih spontan meski pedal gas ditekan ringan.
“Jauh lebih enak stop and go-nya. Mode power juga terasa, saya bahkan bisa nyelip pas tanjakan,” katanya.
Sistem pendingin kabin juga menjadi perhatian Hariez. Ia mengaku AC Veloz Hybrid terasa sangat dingin meski pengaturan suhu berada di level cukup tinggi.
Dengan kombinasi efisiensi bahan bakar, kabin yang lebih nyaman, serta performa yang responsif, Hariez mengaku puas dengan keputusan beralih ke mobil hybrid untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.



